KEBIJAKAN LARANGAN KANTONG PLASTIK: VALUASI DAMPAK EKONOMI DAN LINGKUNGAN DI KOTA PONTIANAK

share
Academic Article

abstract

  • Abstrak: Kebijakan pelarangan pemakaian kantong plastik sekali pakai di Kota Pontianak merupakan tindakan strategis dari pemerintah daerah untuk menangani isu sampah plastik yang sulit terurai dan memiliki efek merugikan bagi lingkungan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif melalui analisis literatur yang berasal dari beragam jurnal dan regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan sampah. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa larangan terhadap kantong plastik memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dengan cara mengurangi jumlah sampah plastik, meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjalankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta mendorong terciptanya pasar alternatif bagi tas yang ramah lingkungan. Dalam aspek ekonomi, kebijakan ini berpotensi menurunkan biaya pengelolaan sampah dalam jangka panjang dan menciptakan kesempatan baru di bidang daur ulang serta pembuatan tas yang dapat digunakan kembali. Akan tetapi, kebijakan ini juga membawa beberapa efek negatif, seperti kenaikan biaya operasional bagi pelaku usaha ritel, penolakan dari masyarakat, serta tantangan dalam distribusi dan produksi alternatif yang ramah lingkungan yang masih terbatas. Oleh karena itu, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada dukungan infrastruktur daur ulang, keterlibatan sektor informal, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mengurangi ketergantungan pada kantong plastik sekali pakai.  Abstract: The policy banning the use of single-use plastic bags in Pontianak City is a strategic action by the local government to address the issue of non-biodegradable plastic waste that has harmful effects on the environment. This research employs a qualitative approach thru literature analysis sourced from various journals and regulations related to waste management. The findings of this study indicate that the ban on plastic bags positively contributes to the environment by reducing the amount of plastic waste, raising public awareness of the 3R principles (Reduce, Reuse, Recycle), and fostering the creation of alternative markets for eco-friendly bags. In economic terms, this policy has the potential to reduce waste management costs in the long run and create new opportunities in the fields of recycling and reusable bag manufacturing. However, this policy also brings some negative effects, such as increased operational costs for retail businesses, public rejection, and challenges in the distribution and production of environmentally friendly alternatives, which are still limited. Therefore, the success of this policy heavily relies on the support of recycling infrastructure, the involvement of the informal sector, and the active participation of the community in reducing dependence on single-use plastic bags.

publication date

  • 2026